Tuesday, May 2, 2017

cerpenku



TERBAKAR Untuk kedua kalinya
Saat itu Aku dan Rico pergi kewarnet,seperti biasa setiap malam minggu kami berdua selalu kewarnet.setelah sampai diwarnet kami langsung bermain game dan berseluncur dimedia social.tak terasa kami bermain sudah satu setengah jam,entah kenapa kedua mata kami terasa berat tidak seperti biasanya.Aku pun pergi kewarung untuk membeli minuman untuk kami berdua.setelah itu kami tetap bermain diwarnet walau mata ini sudah terasa berat.setengah jam berlalu dan tepat pukul 20.30wib.disela-sela kebisingan para gamers dan musik warnet,terde ngar sayup-sayup suara sirine.mungkin hanya Aku yang medengarnya,tapi lama kelamaan suara sirine itu semakin keras,wiyu-wiyu-wiyu.”co rico kamu dengar gak tuh suara” “iya denger,suara sirine” jawab Rico.” “wah ada apa ini” jawab ku. “kebakaran palingan” jawab Rico.sekejap terjadi pemadaman listrik dipringsewu “wah mati lampu” teriak para pelanggan warnet.Aku dan Rico pun keluar warnet dan melihat asap pekat diudara dimalam itu,malam terasa aneh karena langit didominasi warna merah,penjaga warnet bilang bahwa terjadi kebakaran dipasar Terminal Pringsewu,tanpa piker panjang lagi dan nggak bayar kita langsung berlari menuju pasar melewati gang-gang sempit dan melewati gang sempit dekat ayam bakar mas pendek lalu menuju kebelakang pasar terminal.
Dipasar Terminal penuh sesak orang-orang berdatangan,Aku dan Rico langsung menyelinap diantara orang-orang dewasa dan kami langsung melinat jelas kobaran api melalap bangunan semi permanen pasar terminal pringsewu bagian belakang.aku pengen merekam kejadian ini tapi sial hp ku ketinggalan dirumah.pada malam itu kami berdua melihat banyak orang yang menangis,sibuk menyelamatkan barang-barang dagangan,para pemadam kebakaran pemberani menembus masuk kobaran api demi memadamkan api,tapi sangat disayangkan ada beberapa orang yang memanfaatkan keadaan itu untuk menjarah barang para pedagang dan menyembunyikan dibalik saku celana dan baju mereka.terlihat jelas dimataku,terekam jelas diingatanku,itu semua terjadi dihadapan kami.saat aku dan rico melihat keadaan mencekam itu tiba-tiba bapaknya rico muncul dari belakang “woy kalian pulang,anak kecil ikut ikutan segala” teriak bapaknya rico dengan garang dibalik kumisnya yang tebal.kami menjawab “iya sih”, kami berdua pun pulamg dengan berjalan kaki,saat perjalanan pulang kami berdua bercerita dengan semangat bak pencerita ulung walaupun rico nggak sadar kalu sandal dikaki kirinya hilang,sepanjang perjalanan pulang kami terus bercerita dan sesampainya dirumah masing-masing.aku langsung kekamar mandi dan cuci muka,tangan,kaki lalu bercerita kepada orang tua keadaan terminal ketika terjadi kebakaran dan kejadian ini adalah kebakaran pasar terminal untuk kedua kalinya.


cerpenku

TERBAKAR Untuk kedua kalinya Saat itu Aku dan Rico pergi kewarnet,seperti biasa setiap malam minggu kami berdua selalu kewarnet.setelah s...